#CatatanIsoman: Lubang Nasi Kotak

Karena saya tinggal di lingkungan terlalu padat penduduk alias kos-kosan, maka saya dengan sadar memang harus mengungsi supaya tidak mengganggu kesehatan penghuni lain. Alhamdulilahnya saya difasilitasi untuk melakukan isolasi mandiri oleh ihik3 di hotel yang kebetulan satu lantai isinya orang-orang kayak saya semua: coviiiddd ~

Kelebihan yang ditawarkan hotel isoman ini adalah makan yang rutin dikirimkan ke masing-masing penghuni, 3 kali sehari (kecuali siang hari saat sudah check-out, ya iyalah wkwkwk), sehingga pasien bisa fokus istirahat dan minum obat tepat waktu.

Dan sesuai janji, nasi kotaknya memang datang di jam-jam minum obat.

Saya enggan mengomplain menu makanannya, karena memang saya mau-mau saja melahapnya dan sebenarnya ya enak-enak saja (saya pernah dapat menu nasi biryani, bahkan! Walau lauknya menguap sih hehehe wajar lah, lauknya mungkin berupa bumbu-bumbu komplet yang sudah meresap di nasinya).

Cuma, entah mengapa, kotakan makanan dari plastik berwarna kuning (seperti bento-nya Hokben) itu selalu sobek di bagian wadah lauknya hahaha. Lucu deh, kalau lauknya kebetulan ada kuah-kuahnya dikit, tiba-tiba meneteslah kuahnya di lantai, atau merembes ke tangan saya.

Mungkin niatnya baik, supaya pasien nih jangan nerima makanan dan langsung ditelan saja, tetapi tetap sadar, mengobservasi, dan berhati-hati selama makan.

Leave a comment