Setetes dua tetes, ada air yang turun dari AC kamar kos saya. Tanda mesinnya sedang tidak sehat.
Sebelum kamar saya banjir, “pihak yang berwajib” akhirnya merespons laporan saya juga. Tapi kali ini, bukan Si Tukang AC yang biasa saya tahu mampir ke kamar-kamar anak kos. Alih-alih, yang bertugas adalah Si Opa, bapak kos.
Dengan peralatan seadanya (kresek plastik besar hitam yang diikat rafia dan dijepit dengan jepitan jemuran saya), ia mulai membersihkan(?) bagian tertentu dalam AC menggunakan semprotan air yang bertenaga (seperti yang ada di layanan cuci steam mobil dan motor, eh iya kan? Bener enggak sih? Wkwkwk kok jadi insecure sendiri).
Iya enggak apa-apa airnya muncrat-muncrat dikit sampai alas seprei basah, masih bisa dijemur. Enggak apa-apa lantai basah dikit, bisa dipel.
Yang penting, sudah tidak menetes lah AC di kamar saya. Dan si Opa tidak perlu membayar jasa service Si Tukang AC – alias orang yang ahli di bidangnya dan rapi pekerjaannya.
Belajar menjadi pakar dalam semua hal, pangkal hemat.