Senyum tiba-tiba saat mendengarkan rangkuman buku Lead Like It Matters to God – Richard Stearns (2021) di Blinkist hari ini.
Bukan ngetawain ajaran Nasrani yang coba diintegrasikan sebagai value pemeluknya dalam dunia kerja, lho, ya! Saya coba wanti-wanti dari awal biar enggak diserang ormas nih.
Tapi, ada satu bagian dalam rangkuman itu yang menggelitik saya. Katanya, seperti yang kami percaya di ihik3 juga, pemimpin yang berhumor akan jadi lebih humanis.
Aspek humanis ini penting. Sebab walau Yesus sendiri tidak diceritakan intens berhumor, tetapi sebagai leader, ia telah mencerminkan karakter yang humanis dan menyenangkan.
Saya kutip langsung ciri dan penjelasannya di paragraf di bawah sini ya:
“While it’s true that the Gospels don’t refer to Jesus as joker, he is presented as a warm, welcoming and cheerful person – singing songs, telling stories, and turning water into wine. In doing so, he brought people together.”
Mungkin, si penulis tidak menganggapnya sebagai humor, tapi saya geli sendiri saja.
Saya mikir, iya juga ya, pasti kita suka deh punya bos yang bisa mengubah air galon di dispenser kantor menjadi amer. Lumayan kan, jadi bisa menghemat gaji karena enggak harus sering-sering patungan tiap malam Sabtu wkwkwk.