Ngapain Sengeyel Itu, sih?

Sebagai orang yang “b aja”, bahkan relatif tidak memaksakan kalau sudah dapat sinyal negatif, agak gimana gitu diri ini selama mendengarkan cerita komika sekaligus kolega di Comika, Odiajalah.

Enggan membahas komedinya, itu biar tugas Comika Media atau pihak lain yang mau lah. Saya sih merasakan cerita-cerita Odi semacam serangan buat diri saya sendiri.

Masa, tiap nemenin gebetannya makan masih bela-belain mentraktir walaupun lagi bokek? Suka antar-jemput juga yang jaraknya – kalau dengar dari reaksi orang lain sih kelihatannya – jauh banget! Mana masih maksa deket walaupun yang bersangkutan lagi deket sama cowok lain selama beberapa kali wkwkwk aneh dah!

Agak tolol, karena “ngapain sengeyel itu, sih?”. Namun, mungkin beberapa orang menikmati atau mengharapkan berada di momen seperti ini.

Kalau saya, mending energinya dipakai buat tidur siang, sore, atau pagi saja, lah.

Leave a comment