Menuju kos lagi hari ini dengan berjalan kaki. Mumpung habis hujan — atau masih hujan rintik-rintik. Tidak akan gerah atau bikin baju dan celana basah keringat, pikirku.
Lalu mulailah aku menyusuri trotoar, yang kadang lebar, kadang tidak ada alias tergusur pedagang kecil maupun resto besar. Naik-naik dikit ke pelataran toko juga kulakukan, sampai kulihat dari balik kaca bening ada pramuniaga yang tetiba bangkit ke arah pintu untuk membukanya karena melihatku seakan-akan berjalan mendekat ke pintu masuknya.
Apakah aku melakukannya karena miskin? Sebenarnya tidak juga. Lebih ke ingin meregangkan kaki setelah seharian ditekuk karena aku harus duduk. Olahraga yang simpel-simpel begitu, lah.
Di samping itu, voucher diskon ojolku juga masih ada dan belum terpakai.
Dan duit buat naik ojol itu tadi rencananya memang kupakai untuk makan nasi padang overpriced yang sudah kuidamkan sejak pertama kali berjalan kaki sepulang kerja beberapa minggu lalu.