Minuman Dini Hari

Karena masih memaksa tubuh bergerak di jalanan pukul 1 pagi, aku ingin pulang dengan penebus dosa. Sembari menunggu ojolku datang, aku membungkus jahe merah. Tanpa SKM, tanpa gula. Walau sudah diperingatkan bapak penjualnya bakal pahit banget, aku tidak peduli. Ini minuman penebus dosaku.

“Wah, pas banget, mau ke arah mas nih saya!” sambut ojolku yang baru tiba.

“Oh ya? Mau nongkrong?” asumsiku begitu, maklum, lagi malam minggu.

“Iya mas, mau main biliar.”

Aku familiar dengan tempat yang pebiliar part-time itu sebut. Memang tidak jauh dari titik tujuanku.

Sembari di jalan, ia bercerita. Ternyata, driver bisa request ke platform ojol untuk mengambil order dengan arah tujuan yang ia inginkan. Kalau level akunnya masih basic, sehari cuma bisa satu kali request. Selebihnya, bisa dua.

“Makanya agak lama ya tadi masnya nunggu saya?”

Iya sih, selisih tujuh menit dari rumahnya ke titik jemputku. Makanya, aku pun masih sempat pesan jahe merah.

Btw, selisih ia mengatur arah perjalanannya dengan masuknya order-ku adalah sekitar lima menitan.

Setelah tuntas mengarahkan jalan, aku sih sudah kebayang ya untuk segera menyeduh jahe merah ini. Begitu mau sampai, driver ojol itu bertanya sekali lagi, “Mas?”

“Iya?”

“Dekat sini beli minuman di mana ya?”

Leave a comment