Buah bintaro, itu nama lain simalakama.
Kalau buah lain isinya biji, simalakama isinya dilema. Dimakan kena, gak dimakan juga kena.
Tapi, sahabat atau pasangan bukan simalakamaku yang karakternya cenderung introver ini.
Kalau harus memilih mana yang aku butuhkan, tentu pilihan jatuh ke pasangan.
Investasi pasangan menurutku lebih kelihatan hasilnya. Sahabat? Dalam titik tertentu, hidupnya tidak harus bersilangan denganku lagi, kan?
Sesuportif-suportifnya ke pasangan, aku lebih manusiawi memperlakukan sahabat. Jiwanya ya jiwanya sendiri, cita-citanya ya cita-citanya sendiri, asetnya ya asetnya sendiri.
Pasangan, tentu harapku ada kepemilikanku juga di sana. Akhirnya, aku malah kurang legawa, jadinya lebih menganggap pasangan sebagai benda.
Sudah, tidak usah bicara salah-salahan. Ini cuma topik tulisan.
Usulan topik dari anonim: sahabat atau pacar?