Reuni Rutin

Hari-hari bekerja adalah hari-hariku bertemu dengan ojol. Dari tempatku tinggal ke kantor dekat, cuma dua kilo. Tempat tinggalku juga dekat sekali dengan titik kumpul para ojol.

The perk, also the downside, of gig economy is we, consumers, tend to do things that only benefit us. Less or no commitment, trust, or even empathy needed.

The other perk, also the downside, of gig economy is there are too many people competing in the same race.

Oke, geser dulu dari ungkapan kekecewaan kepada negara yang malah happy-happy saja dijajah penjaja gig economy luar negeri.

Jadi, di antara dua aplikasi ojol terkenal, aku secara konsisten membandingkan mana tarif termurahnya. Setiap hari aku terus begitu. Di sisi lain, tidak semua mitra ojol main di dua platform itu.

Maka, walaupun titik jemputku dekat dengan pangkalan ojol dan seminggu lima kali pun aku naik ojol, sangat kecil kansnya bisa ketemu driver yang sama dalam satu minggu.

Biasanya, seorang driver menjemputku bulan ini, lalu baru ketemu lagi bulan depan—atau tahun depan, kalau joke driver-ku hari ini. Sembilan hari lalu kan itungannya selisih setahun, sudah.

Setiap hari, jadilah aku reuni dengan driver ojol. Reuni face to face yang rutin.

Leave a comment