Ini pertama kalinya aku bisa duduk depan tanpa membeli tiket bisnis. Nomor dua lagi. Selangkah lagi aku bisa memijit pundak pilot kalau dimintanya.
Dari titikku duduk, aku baru lihat beberapa hal dan akan kujadikan stok tulisan di sini sampai beberapa hari ke depan. Maklum, insting penulis media online yang tiap datang event harus dapat minimal lima tulisan masih nyantol.
Aku akan mulai dari yang paling mencolok: pramugari senior.
SE. NI. OR.
Beneran senior sampai harus memakai kacamata baca dulu untuk memeriksa tiket kami.
Untungnya, sistem alat ucapnya sudah punya muscle memory yang bagus, sehingga menjelaskan instruksi keselamatan pun bisa ia lakukan tanpa harus membaca kertas contekan yang kayaknya font-nya gak lebih dari 9 itu.
Dengan (literally) jam terbangnya, ku yakin dia bisa-bisa saja ngomong di interphone sambil merem, seperti orang-orang yang memejamkan mata selama membacakan surat Yaasin plus tahlil dan baru membuka mata saat makanan diedarkan.
JKT-SGP-MNL-CEB