Gila Hormat yang Terhormat

Aku ingin dihormati walau duduk di kursi ekonomi. Gimana caranya, ya?

Kata si pramugari, lampu kabin akan dimatikan. Semua rata, dari ujung ke ujung, yang bisnis ke ekonomi, yang terbang dibayarin kantor ke yang pakai paylater.

Tapi ternyata, ada yang dispesialkan. Pramugari tadi mempersilakan penumpang yang membaca dan ingin meneruskannya agar menyalakan lampu baca di kursinya.

Aku, yang sejak boarding membaca buku kumcer mini penulis Samoa, Albert Wendt, bangga.

Ternyata, aku dihormati dengan cara yang terhormat.

Karena kebetulan duduk di aisle, aku tengok samping kiri-kananku. Sebelah kiriku, gang seberang, ternyata sama-sama pembaca. Ia membaca entah PDF hasil scan apa dari layar ponselnya. Penerangan dari layarnya ternyata cukup dan ia tampak puas sampai tak mau memakai privilese lampu baca itu.

Sambil diiringi turbulensi pesawat, aku menggapai lampu baca di atasku.

JKT-SGP-MNL-CEB

Leave a comment