Stop Membaca Berita: Manifesto untuk Hidup yang Lebih Bahagia, Tenang, dan Bijaksana dari Rolf Dobeli (2021) adalah buku pertama yang saya selesaikan di 2024.
Literally selesai pertama: tanggal 1 Januari setengah bagian, 2 Januari setengah sisanya. Lembar-lembarnya saya habiskan di dalam angkutan umum.
Tapi, poin yang mau saya ceritakan kali ini bukan itu.
Kalau harus mempraktikkan “new year, new me”, tirulah kebiasaan yang penulis The Art of Thinking Clearly itu mulanya lakukan sebagai eksperimen pribadi: berhenti membaca artikel dari media daring yang pendek-pendek — sebelum berhenti total membaca berita.
Beralihlah ke laporan atau tulisan panjang yang lebih komprehensif, tidak memburu perhatian kita berlebihan — melainkan kita sesuaikan dengan relevansi atau kepakaran kita, dan kalau bisa, sentuhlah yang fisik lagi.
Di tahun politik ini, kita tetap harus kritis, tapi juga perlu tetap menjaga kewarasan. Membaca laporan yang komprehensif, cover both sides, dan tidak asal memicu emosi kita pun jadi sebuah kebutuhan baru.
Saya pribadi sedang mencoba beberapa metode. Pertama, tentunya dengan tetap membaca buku fisik. Kedua, membaca versi digital dari koran mainstream yang artikelnya tidak sekadar 5 paragraf, seperti Kompas dan Tempo. Terakhir, membiasakan diri membolak-balik majalah atau jurnal (yang saya coba: Basis).
Berhasil tidaknya urusan nanti. Yang jelas, saya sedang berusaha menaikkan harga dari perhatian saya pribadi.